Beranda
Seputar Publik / Berita

PalmCo Perluas Akses Digital Sekolah di Pelosok, Holding Perkebunan Nusantara Gelontorkan Rp12,9 Miliar untuk Pendidikan

Melalui program TJSL, PTPN IV PalmCo menyalurkan perangkat digital dan akses internet ke sekolah-sekolah terpencil guna mempercepat pemerataan pendidikan berbasis teknologi di Indonesia.
PalmCo dorong pemerataan pendidikan digital dengan menyalurkan perangkat teknologi dan akses internet bagi sekolah-sekolah di pelosok Indonesia. PalmCo dorong pemerataan pendidikan digital dengan menyalurkan perangkat teknologi dan akses internet bagi sekolah-sekolah di pelosok Indonesia.

Seputarpublik.com | JAKARTA — Upaya mempercepat pemerataan pendidikan berbasis teknologi di daerah terpencil terus diperkuat. Salah satunya melalui langkah Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui subholding PTPN IV PalmCo, yang menyalurkan bantuan perangkat digital ke sejumlah sekolah di wilayah pelosok Indonesia.

Sepanjang Januari 2025 hingga Maret 2026, PalmCo merealisasikan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di sektor pendidikan dengan nilai mencapai lebih dari Rp12,9 miliar. Program ini difokuskan pada penguatan digitalisasi pembelajaran, khususnya bagi sekolah-sekolah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses teknologi dan internet.

Dalam kurun 15 bulan, perusahaan telah menjalankan lebih dari 500 program pendidikan, termasuk penyaluran 37 unit komputer, 24 laptop, 20 modem internet, serta tiga unit proyektor yang didistribusikan ke berbagai sekolah di daerah terpencil.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan seluruh bantuan tersebut telah diterima oleh sekolah-sekolah sasaran dan diharapkan mampu membuka akses pembelajaran yang lebih luas bagi para siswa maupun tenaga pendidik.

“Seluruh perangkat telah didistribusikan. Harapannya, sekolah-sekolah di pelosok kini dapat lebih terhubung dengan dunia luar melalui akses internet yang memadai,” ujarnya, Senin (5/5/2026).

Menurutnya, keterbatasan infrastruktur digital masih menjadi salah satu tantangan utama dalam proses belajar-mengajar di wilayah terpencil. Karena itu, PalmCo berupaya mendorong terciptanya ekosistem pembelajaran digital (cyber education) yang lebih merata dan inklusif.

“Perkembangan pendidikan menuntut adaptasi terhadap teknologi. Kami ingin berkontribusi agar sekolah-sekolah di sekitar wilayah operasional perusahaan tidak tertinggal dalam hal literasi digital,” tambahnya.

Langkah tersebut sejalan dengan arah transformasi pendidikan nasional yang menekankan pentingnya integrasi teknologi dalam proses pembelajaran. Dalam momentum Hari Pendidikan Nasional 2026, pemerintah juga menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan harus berjalan seiring dengan perluasan akses teknologi yang merata.

Dampak program ini mulai dirasakan langsung oleh sekolah penerima manfaat. Kepala SMPN 2 Tanjung Medan, Kabupaten Rokan Hilir, Mutiara, mengungkapkan bantuan perangkat digital sangat membantu para guru dan siswa dalam mengakses materi pembelajaran secara lebih efektif.

“Dengan adanya komputer dan akses internet, kegiatan belajar-mengajar menjadi lebih lancar, dan referensi pembelajaran kini lebih mudah dijangkau,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala SDN 006 Pendalian, Kabupaten Rokan Hulu, Bambang Asrita, yang menyebut sebelumnya pihak sekolah harus menempuh perjalanan ke pusat kecamatan hanya untuk mendapatkan akses internet.

“Sekarang fasilitas itu sudah tersedia di sekolah. Ini sangat membantu dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di daerah kami,” katanya.

Inisiatif PalmCo ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara dunia usaha dan sektor pendidikan dapat membantu memperkecil kesenjangan akses teknologi, sekaligus mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di berbagai wilayah Indonesia.(Adv)*