Nico kemudian mengungkap peran PDIP dan Megawati dalam menegakan Demokrasi di negeri ini yang kala itu sedang ditindas oleh rezim otoriter Orde Baru.
“Kita tahu pemerintah Orde Baru ketika itu mencoba memecah belah PDI dan menyerang kantor DPP PDIP di Jalan Diponegoro pada Juli 1996 hingga menimbulkan banyak korban,” ungkapnya.
Diperlakukan seperti itu, kata Nico, ibu Megawati tidak diam, tapi tetap gigih melawan. Nah, itu merupakan puncak perlawanan ibu Megawati terhadap rezim otoriter Soeharto. Setelah kejadian itu barulah mahasiswa berani dan turun ke jalan.
Menurut kami ibu Megawati adalah satu-satunya pejuang reformasi yang sesungguhnya, ungkap Nico menambahkan.
“Nah, di ulang tahun ke 78 ini, kami doakan semoga Ibu Mega panjang umur dan sehat selalu. Kami masih butuh sosok beliau, agar PDIP dapat terus mengawal perjuangan anak negeri,” tandasnya.
Untuk itu, kata Nico, segenap DPC Kota Bekasi mendukung penuh kepemimpinan ibu Mega ke depan dan diharapakan mampu dan kembali terpilih sebagai Ketua Umum PDIP periode 2025-2030.
Di kesempatan yang sama Nico menghimbau para kader untuk terus mempererat tali persatuan, khususnya pada saat ini dimana banyak banyak fitnah dan framing pemberitaan yang menyesatkan baik di media sosial maupun online.
“Mari rapatkan barisan. Bersama kita pasti kuat hadapi apapun ke depan,” pungkasnya.
(AZ)
Komentar