Dalam sambutannya, Miq Gite mengapresiasi usaha masyarakat NTB dalam menjaga lingkungan. “Kita harus bersyukur kepada leluhur yang telah mewariskan alam ini untuk kita jaga dan lestarikan bagi generasi mendatang,” tuturnya.
Bupati Lombok Utara, Djohan Sjamsu, juga menekankan pentingnya menjaga alam sebagai tanggung jawab bersama, terutama bagi masyarakat di Gumi Tioq Tata Tunaq. “Kita harus mengembangkan potensi alam untuk kesejahteraan masyarakat, namun tetap menjaga kelestariannya,” jelasnya.

Djohan menambahkan bahwa hutan adat di desa dapat dijadikan destinasi wisata yang bernuansa alam, yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar, tetapi juga menjaga kelestarian alam. “Pengoptimalan potensi hutan adat untuk pariwisata adalah langkah strategis,” ujarnya.
Sebagai bagian dari peringatan hari jadi Lombok Utara yang ke-16 pada bulan Juli mendatang, Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara berencana untuk menanam bibit pohon di Tanah Adat yang berada di Dusun Kopang, Desa Medana, dan sekitarnya.
Dengan kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan demi kesejahteraan bersama serta masa depan yang lebih baik.
(Yyt)
Komentar