Pemantauan dilakukan melalui sistem pelaporan kapal, termasuk SROP dan VTS, serta melibatkan unsur TNI Angkatan Laut dan Polairud.
Selain itu, kapal-kapal yang melintas di perairan Selat Sunda diharapkan dapat memberikan informasi apabila menemukan objek atau tanda yang diduga berkaitan dengan Arupadhatu I.
"Operasi SAR ini tidak berhenti sampai di sini. Setelah pencarian ini kita hentikan, kita lakukan dengan pemapelan melalui SROP VTS, termasuk Lanal, termasuk dari Polairud yang melakukan patroli, yang melakukan pencarian, termasuk aktivitas kapal yang melintas di Selat Sunda yang akan menjadi ujung tombak apabila menemukan informasi lebih lanjut," kata Al Amrad.
Menurut Al Amrad, apabila nantinya ditemukan informasi atau tanda-tanda baru mengenai keberadaan kapal maupun para penumpang, operasi SAR dapat kembali dibuka.
"Dan apabila itu ada tanda-tanda, operasi SAR akan dinyatakan dibuka kembali," ujarnya.
Dengan demikian, operasi pencarian aktif terhadap Arupadhatu I resmi dihentikan setelah berlangsung selama 10 hari, termasuk masa perpanjangan tiga hari. Namun, pemantauan melalui berbagai unsur di perairan Selat Sunda tetap dilakukan untuk mengantisipasi adanya informasi baru mengenai keberadaan kapal beserta delapan orang yang berada di dalamnya.(*/hel)
Komentar