Ia menambahkan, perusahaan tetap menjadikan jalur hukum sebagai landasan utama, namun membuka ruang dialog sebagai langkah awal. Pendekatan ini dinilai mampu meredam potensi gesekan sekaligus mempercepat penyelesaian di lapangan.
Secara teknis, proses recovery dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari identifikasi legalitas lahan, sosialisasi kepada pihak yang menguasai, hingga negosiasi berbasis solusi. Dalam berbagai kasus, pendekatan persuasif terbukti lebih efektif dalam mempercepat pengembalian aset tanpa harus melalui proses hukum yang panjang.
Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPN IV PalmCo, Hilda Savitri, menyebut pendekatan humanis tersebut juga memberikan dampak positif terhadap keberlangsungan operasional perusahaan.
“Ketika proses recovery berjalan tanpa konflik, maka transisi pemanfaatan lahan menjadi lebih cepat. Hal ini berdampak langsung pada produktivitas perusahaan serta memberikan kepastian bagi seluruh pemangku kepentingan,” jelasnya.
PalmCo memastikan seluruh langkah tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku. Pendekatan persuasif bukan berarti mengurangi ketegasan, melainkan menjadi strategi untuk mencapai hasil yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Dengan melibatkan masyarakat serta aparat setempat, proses pemulihan aset berjalan lebih transparan dan minim resistensi. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pendekatan non-konfrontatif mampu memberikan hasil nyata, tidak hanya dalam mengamankan aset negara, tetapi juga menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Ke depan, PTPN IV PalmCo berkomitmen untuk terus mengedepankan strategi serupa dalam setiap penyelesaian sengketa lahan. Kombinasi antara kepastian hukum dan pendekatan humanis diyakini menjadi kunci dalam menciptakan stabilitas serta keberlanjutan bisnis di sektor perkebunan nasional.(red)*
Komentar