Seputar Publik / Berita

Peringati Harganas 2026, PTPN I Latih 28 Terapis Anak Berkebutuhan Khusus untuk Perkuat Layanan Inklusif

Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui PTPN I menggandeng Asosiasi Psikologi Positif Indonesia (AP2I) melatih 28 terapis anak berkebutuhan khusus sebagai bagian dari program TJSL guna meningkatkan kualitas layanan terapi, pendidikan inklusif, dan mendukung pencapaian SDGs.
Peserta pelatihan terapis Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) mengikuti sesi pembelajaran dalam program TJSL PTPN I bersama AP2I sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan terapi dan pendidikan inklusif di Indonesia. Peserta pelatihan terapis Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) mengikuti sesi pembelajaran dalam program TJSL PTPN I bersama AP2I sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan terapi dan pendidikan inklusif di Indonesia.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, PTPN I juga menggelar agenda bertajuk "Anak Indonesia Bahagia, Bangsa Kuat" yang menghadirkan 25 anak berkebutuhan khusus, termasuk anak dengan Down Syndrome.

Kegiatan tersebut diisi dengan berbagai aktivitas edukatif, permainan interaktif, pertunjukan seni, serta sesi konseling kelompok yang melibatkan psikolog, peserta pelatihan, orang tua, dan para pendamping sebagai upaya memperkuat sistem dukungan keluarga.

Kepala Divisi Hubungan Kelembagaan dan TJSL PTPN I, Dinnar Arrafah Utang, mengatakan bahwa pelatihan tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial, khususnya terkait pemenuhan kebutuhan anak berkebutuhan khusus.

> "Sebagaimana misi perusahaan, PTPN I sebagai salah satu BUMN tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Program ini merupakan wujud nyata komitmen kami dalam menjalankan misi tersebut," ujar Dinnar.

Pelatihan ini berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kapasitas masyarakat, serta penciptaan lingkungan sosial yang lebih inklusif. Para peserta dibekali kemampuan mulai dari deteksi dini, asesmen, penyusunan program terapi, hingga praktik penanganan yang sesuai dengan kebutuhan anak.

Tulis Komentar

Komentar