Seputar Publik / Berita

Pers Mahasiswa di Era AI: Tergerus Disrupsi Media atau Jadi Penjaga Kebenaran?

Oleh: Sayid Iskandarsyah
Sayid Iskandarsyah; Sayid Iskandarsyah; "Adaptasi teknologi perlu berjalan seiring dengan integritas, verifikasi fakta, dan keberanian menjaga kepentingan publik.

Kembali ke Khitah Jurnalistik

Pers mahasiswa harus kembali pada khitahnya sebagai penjaga kebenaran melalui proses jurnalistik yang bertanggung jawab. Verifikasi fakta, keberimbangan, akurasi, dan kepatuhan terhadap kaidah jurnalistik harus tetap menjadi prinsip utama, baik dalam pemberitaan di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat luas.

Di era konvergensi media, algoritma media sosial kerap mendorong konten yang memancing emosi, memperkuat polarisasi, dan mengutamakan kecepatan. Dalam situasi seperti ini, pers mahasiswa perlu menghadirkan karya jurnalistik yang kontekstual, reflektif, humanis, dan berlandaskan fakta.

Pers mahasiswa juga harus berani mengangkat persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat, termasuk kondisi kelompok marginal, kebijakan kampus yang dinilai represif, serta krisis lingkungan di tingkat lokal, nasional, maupun global.

Keberanian mengangkat isu tersebut harus dibarengi dengan verifikasi, konfirmasi kepada pihak terkait, dan penyajian informasi secara proporsional. Dengan demikian, kritik yang disampaikan tetap tajam, tetapi bertanggung jawab.

Tulis Komentar

Komentar