Sementara Kepala Dinas LH Provinsi DKI Jakarta yang juga ikut mendampingi Heru Budi memaparkan ada 7500 Ton sampah yang dibuang ke TPST Bantargebang per-harinya. Dengan adanya teknologi tersebut diharapkan mampu meminimalisir sampah tanpa perlu diolah kembali dan bahkan bisa menjadi sebuah bahan bakar seperti batu bara.
“RDF Plant sudah ditanamkan di TPST Bantargebang dan sedang diujicoba. Dari ujicoba tersebut, 7500 Ton sampah yang dibuang ke sini per-harinya, yang sudah dikonversi menjadi campuran batubara ada 1000 Ton, progress proyek pembangunan area baru untuk fasilitas ini sudah 98% dan sebentar lagi akan beroperasi secara maksimal,” ujar Kadis LH Pemprov DKI Jakarta.
Terkait infrastruktur proyek tersebut, ada beberapa catatan dari Heru Budi, yakni keamanan dan keselamatan kerja perlu sangat diperhatikan dalam konstruksi atau pembangunannya, hati-hati lakukan sesuai SOP, ini pun di kontur bangunannya masih perlu diperhatikan hal-hal kecilnya, jangan sampai disepelekan.
Plt. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto yang hadir langsung mendampingi Heru Budi mengaku sangat mengapresiasi teknologi yang digagas Pemprov DKI Jakarta tersebut dalam komitmennya menangani permasalahan sampah.
“Saya rasa ini teknologi yang menjanjikan, mewujudkan sebuah solusi dari masalah sampah, dan bahkan dari solusi tersebut dapat terwujud Energi Terbaru dan memiliki nilai ekonomis, yang memiliki banyak manfaat untuk keberlangsungan kehidupan, dan kami ucapkan terima kasih atas komitmen sungguh-sungguh Pemprov DKI Jakarta untuk mengatasi permasalahan sampah,” tutur Tri.
Kami, Pemerintah Kota Bekasi akan terus mendukung terbosan-terbosan Pemprov DKI Jakarta dalam pengelolaan sampah dan juga akan membantu memastikan dan terus bekerjasama, berkomunikasi baik, dalam pembangunan area baru TPST Bantargebang agar lebih optimal, pungkas Tri.
Komentar