“Kita memiliki sejarah panjang sebagai produsen consumer goods dengan reputasi yang sudah dikenal hingga Eropa sejak zaman Belanda. Teh Walini, Kopi Banaran, Cerutu Golden Djawa, Cerutu Deli Nusantara, dan berbagai produk perkebunan lainnya merupakan merek-merek yang memiliki nama besar. Namun, ketika BUMN tidak lagi menyentuh pasar hingga sektor riil, pamor merek-merek tersebut perlahan tertinggal dari merek swasta yang bergerak lebih agresif. Sekarang saatnya kita kembali memperkuat posisi itu sejalan dengan program hilirisasi yang dicanangkan pemerintah,” kata Abdul Rivai Ras di Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Menurut Abdul Rivai Ras, membangkitkan kembali kejayaan merek-merek PTPN I di tengah persaingan pasar yang semakin ketat bukan pekerjaan mudah.
Namun, ia melihat perkembangan perilaku konsumen saat ini memberikan peluang bagi perusahaan untuk memperkuat kembali posisi produk perkebunan di pasar.
“Konsumen kini tidak hanya membeli produk, tetapi juga memilih kualitas, keamanan pangan, reputasi premium, dan proses produksi yang ramah lingkungan. Karena itu, kami akan terus memperkuat branding seluruh produk ritel PTPN I, mulai dari Teh Walini, Kopi Banaran, Kopi Rollaas, Cerutu Golden Djawa, Cerutu Deli Nusantara, hingga produk-produk unggulan lainnya,” ujarnya.
Komentar