Seputarpublik.com, JAKARTA -- Industri kelapa sawit nasional tidak hanya berbicara tentang produksi minyak dan nilai ekspor, tetapi juga tentang pengelolaan sumber daya manusia (SDM) dalam skala besar dan multikultur. PTPN IV PalmCo kini menjadi rumah bagi 69.455 tenaga kerja dari 55 suku bangsa di seluruh Indonesia, mencerminkan harmoni sosial dalam satu entitas korporasi modern.
Berdasarkan data demografi perusahaan per Desember 2025, komposisi tenaga kerja PTPN IV PalmCo tidak didominasi satu etnis tertentu. Terdapat representasi luas suku Jawa, Batak, Melayu, Dayak, Minang, Bugis, hingga masyarakat dari Indonesia Timur seperti Ambon, Flores, dan Papua. Keberagaman ini tumbuh seiring ekspansi perkebunan sawit yang tersebar di berbagai wilayah.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyatakan bahwa struktur multikultur tersebut merupakan kekuatan strategis yang dikelola secara sadar oleh manajemen.
> “PTPN IV PalmCo benar-benar seperti Miniatur Indonesia. Perkebunan sawit banyak berada di pelosok, sehingga mempertemukan tenaga kerja dari berbagai pulau. Di sanalah kolaborasi budaya terbentuk,” ujar Jatmiko di Jakarta, Senin (16/02/2026).
Komentar