Seputar Publik / Berita

PTPN IV PalmCo Kelola 69.455 Tenaga Kerja dari 55 Suku Bangsa, Strategi Multikultur Dongkrak Produktivitas Sawit Nasional

Keberagaman SDM yang dikelola secara inklusif menjadi kunci kinerja dan keberlanjutan bisnis PTPN IV PalmCo, sejalan dengan konsep agribisnis modern dan standar global ISPO–RSPO.
PTPN IV PalmCo mengelola 69.455 tenaga kerja dari 55 suku bangsa sebagai strategi multikultur untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan industri sawit nasional. PTPN IV PalmCo mengelola 69.455 tenaga kerja dari 55 suku bangsa sebagai strategi multikultur untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan industri sawit nasional.

Menurutnya, perpaduan karakter antarsuku justru melahirkan tim kerja yang saling melengkapi. Nilai ketekunan, ketegasan, keramahan, serta kearifan lokal dipadukan dalam budaya perusahaan berbasis nilai AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif). Model kerja inklusif ini dinilai menjadi fondasi produktivitas dan stabilitas operasional.

Ia mencontohkan praktik toleransi yang berjalan alami dalam operasional perusahaan. Saat perayaan hari besar keagamaan, karyawan lintas agama saling mendukung untuk memastikan pabrik tetap beroperasi tanpa gangguan. Pola kerja kolaboratif ini memperkuat solidaritas sekaligus menjaga kesinambungan produksi.

Dari perspektif kebijakan industri, Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI), Tungkot Sipayung, menilai industri sawit berperan sebagai agen pemerataan ekonomi. Perkebunan sawit menciptakan pusat pertumbuhan baru yang menarik migrasi tenaga kerja lintas provinsi, membentuk struktur sosial majemuk yang relatif stabil dan produktif.

Konsep ini sejalan dengan gagasan Sistem Agribisnis Modern yang dikemukakan oleh tokoh perkebunan nasional, Bungaran Saragih, yang menekankan pentingnya human capital dalam membangun daya saing global. Dalam konteks ini, transformasi budaya kerja PTPN IV PalmCo mencerminkan pergeseran dari pola pertanian tradisional menuju korporasi agribisnis berbasis kompetensi dan tata kelola modern.

Tulis Komentar

Komentar