Manajemen juga menargetkan pengelolaan lahan plasma hingga 22.000 hektare secara bertahap pada periode 2027–2028.
Upaya penguatan kemitraan tersebut turut didukung penerapan sistem manajemen tunggal (*single management*) dan pendampingan kelembagaan. Menurut Sori, langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran pasokan sekaligus mendukung keberlangsungan usaha petani mitra.
Perusahaan juga menyatakan menerapkan kebijakan pembelian TBS yang dirancang untuk menjaga daya saing harga di tingkat petani, meskipun harga minyak sawit mentah atau *Crude Palm Oil* (CPO) di pasar global mengalami fluktuasi.
“Kami berupaya menjaga harga beli di tingkat petani tetap stabil dan bersaing. Kepercayaan pasar ini terlihat dari volume antrean pasokan yang masuk ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) kami secara harian,” kata Sori.
Pernyataan mengenai kestabilan harga tersebut merupakan penjelasan dari pihak perusahaan. Harga yang diterima petani dapat dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk ketentuan penetapan harga dan kondisi pasar.
Komentar