Seputar Publik / Opini

Refleksi Akhir Tahun 2025 Forum Senja - AMKI Pusat

Oleh: Yanto Soegiarto__ "Musik dan Film Indonesia di Tahun 2025" (Bagian. 04)
Yanto Soegiarto, Mantan Pemimpin Redaksi Indonesian Observer, Head of Content astaga.com, mantan Pemimpin Redaksi RCTI, Managing Editor Majalah Globe Asia dan kolumnis Jakarta Globe. (Foto. Istimewa) Yanto Soegiarto, Mantan Pemimpin Redaksi Indonesian Observer, Head of Content astaga.com, mantan Pemimpin Redaksi RCTI, Managing Editor Majalah Globe Asia dan kolumnis Jakarta Globe. (Foto. Istimewa)

Memang film komedi jadi pilihan masyarakat selama ini yang kerap dibintangi maupun di sutradarai oleh para comedian. Oleh karena hebat nya hype Agak Laen, jumlah penonton sudah melampau 7 juta orang. Film ini sudah menjadi talk of the town di akhir tahun karena mampu menjadi pilihan tepat sebagai hiburan berkualitas.

Hadirnya sineas-sineas muda di  industry film telah memberi angin segar bagi perkembangan perfilman di Indonesia dari segi kreatifitas, ide dan kekinian. Diantara nya Edwin Nazir, produser film Abadi Nan Jaya dan actor kondang Reza Rahadian yg membuat film Pangku.

Film Abadi Nan Jaya atau The Elixir judul di Netflix, adalah film horor zombie Indonesia yang mengisahkan keluarga disfungsional pemilik usaha jamu "Wani Waras" di Yogyakarta, di mana ambisi kepala keluarga menciptakan ramuan awet muda justru menyebabkan wabah zombie yang menyebar ke seluruh desa, memaksa keluarga Sadimin tersebut untuk bersatu dan bertahan hidup sambil mengungkap rahasia kelam di balik ramuan tersebut. 

Wabah zombie ini unik karena terinspirasi dari tanaman kantong semar. Dan film ini menyoroti konflik keluarga serta isu budaya tentang kerakusan akan keabadian.  

Sadimin menciptakan jamu "Abadi Nan Jaya" untuk awet muda, namun malah mengubahnya menjadi zombie yang ganas, memulai wabah yang menghancurkan desanya. 

Tulis Komentar

Komentar