Seputar Publik / Opini

Refleksi Akhir Tahun 2025 Forum Senja - AMKI Pusat

Oleh: Yanto Soegiarto__ "Musik dan Film Indonesia di Tahun 2025" (Bagian. 04)
Yanto Soegiarto, Mantan Pemimpin Redaksi Indonesian Observer, Head of Content astaga.com, mantan Pemimpin Redaksi RCTI, Managing Editor Majalah Globe Asia dan kolumnis Jakarta Globe. (Foto. Istimewa) Yanto Soegiarto, Mantan Pemimpin Redaksi Indonesian Observer, Head of Content astaga.com, mantan Pemimpin Redaksi RCTI, Managing Editor Majalah Globe Asia dan kolumnis Jakarta Globe. (Foto. Istimewa)

Film ini menggali konflik keluarga, kerakusan manusia akan keabadian, dan bagaimana modernitas tanpa kesadaran budaya bisa membawa kehancuran. 

Ditanya tentang latar belakang pemeberian nama Abadi Nan Jaya, kepada Forum Senja, Edwin Nazir mengatakan: “Abadi Nan Jaya puitis, dan satu sisi menggambarkan ambisi karakter Pak Sadimin yang ingin abadi dengan berupaya jadi muda kembali.”

Secara visual teknik pengambilan gambar film ini bagus. Apa ada unsur AI dalam pembuatan film itu? Edwin mengatakan: “Kami banyak menggunakan visual effect tapi bukan AI.”

Edwin berangkat dari penyiar berita stasiun TV RCTI di tahun 2000-an. Namanya lama tak terdengar hingga mencuat dengan memproduksi film ini yang menurut banyak penonton judul film ini menggelitik disamping berkesan sebagai film zombie layar lebar pertama Indonesia.

Sedangkan Reza Rahadian yang terkenal membintangi film “Habibie” bersama Bunga Citra Lestari, dari best actor kini sudah menjadi sutradara film Pangku yang merupakan Film Terbaik FFI 2025, serta sukses di Festival Film Internasional Busan 2025.

Tulis Komentar

Komentar