Seputar Publik / Opini

Refleksi Akhir Tahun 2025 Forum Senja - AMKI Pusat

Oleh: Yanto Soegiarto__ "Musik dan Film Indonesia di Tahun 2025" (Bagian. 04)
Yanto Soegiarto, Mantan Pemimpin Redaksi Indonesian Observer, Head of Content astaga.com, mantan Pemimpin Redaksi RCTI, Managing Editor Majalah Globe Asia dan kolumnis Jakarta Globe. (Foto. Istimewa) Yanto Soegiarto, Mantan Pemimpin Redaksi Indonesian Observer, Head of Content astaga.com, mantan Pemimpin Redaksi RCTI, Managing Editor Majalah Globe Asia dan kolumnis Jakarta Globe. (Foto. Istimewa)

Perkembangan film-making di Indonesia juga mencatat prestasi yang bagus. Walaupun sutradara dan produser ternama seperti Joko Anwar, Manoj Punjabi dan Mira Lesmana masih berjaya membuat film-film berkualitas, di dunia perfilman muncul sineas-sineas baru yang melakukan transformasi besar lewat keberanian para produser yang tidak hanya memproduksi tontonan, tetapi juga mengusung misi perubahan.

Angga Dwimas Sasongko misalnya, berhasil mendorong perfilman nasional ke level yang lebih inklusif, lintas usia, lintas budaya, dan kompetitif secara global dengan filmnya “Jumbo” yang berhasil mencetak rekor jumlah penonton 10 juta lebih. 

Berbeda dengan film konvensional, Jumbo berupa film animasi keluarga yang disutradarai oleh Ryan Adriandhy dan dibintangi oleh antara lain Bunga Citra Lestari dan Ariel Noah. 

Film ini bercerita tentang Don, seorang anak laki-laki yang berusaha mementaskan sebuah pertunjukan teater dalam sebuah ajang bakat lokal setelah merasa diremehkan oleh teman-temannya. 

Jumbo hingga Juni 2025  menjadi film Indonesia dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa, menggusur film KKN di Desa Penari. 

Sementara itu Ernest Prakasa dan Dipa Andika membuat film komedi “Agak Laen 2”. Tayang di akhir tahun ini muncul sebagai film yang bukan hanya membuat tawa, tapi juga ceritanya emosional. 

Tulis Komentar

Komentar