Seputar Publik / Opini

Refleksi Akhir Tahun 2025 Forum Senja - AMKI Pusat

Oleh: Yanto Soegiarto__ "Musik dan Film Indonesia di Tahun 2025" (Bagian. 04)
Yanto Soegiarto, Mantan Pemimpin Redaksi Indonesian Observer, Head of Content astaga.com, mantan Pemimpin Redaksi RCTI, Managing Editor Majalah Globe Asia dan kolumnis Jakarta Globe. (Foto. Istimewa) Yanto Soegiarto, Mantan Pemimpin Redaksi Indonesian Observer, Head of Content astaga.com, mantan Pemimpin Redaksi RCTI, Managing Editor Majalah Globe Asia dan kolumnis Jakarta Globe. (Foto. Istimewa)

Musik tradisonal seperti dangdut dan kroncong pun tidak lepas dari perhatian masyarakat. Lesti Kejora misalnya dengan “Dilema”, Nabila Turin dengan “Keroncong Rangkaian Mutiara” masih berkumandang di masyarakat. Tidak ketinggalan juga karya berlirik spiritual Islami karya Yura Yunita berjudul “Tanda” mendapat tempat di hati penggemarnya.

Jika di tahun-tahun sebelumnya lagu hits viral seperti “Cikini ke Gondangdia” dibawakan di puncak peringatan KTT ASEAN oleh Aurellie Moormans, atau lagu Rungkadnya Happy Asmara yang sangat popular di semua kalangan sampai sekarang, tahun 2025 dibuat gempar oleh lagu super viral “Tabola Bale” oleh pencipta lagu pop terbaik AMI Awards Siprianus Bhuka. 

Lagu ini sedemikian viral nya sehingga bisa dikatakan membangkitkan semangat persatuan dan mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional.

Mengapa viral? Karena perpaduan musik khas Nusa Tenggara Timur ini dengan bahasa daerah yang liriknya mudah diingat tentang cinta yang menggelisahkan tetapi musiknya sangat menggairahkan untuk ikut menyanyi dan berdansa. 

Oleh karena lirik dan irama nya yg sangat spektakuler Tabola Bale dijadikan lagu berjoget di puncak peringatan Hari Kemerdekaan RI ke 80 di Istana Merdeka yang dimeriahkan oleh berbagai kalangan anak muda, lansia, pejabat, dan presiden.

Tulis Komentar

Komentar