Pertama, sistem zonasi dihilangkan dan digantikan dengan jalur domisili. Detail mengenai jalur ini akan dituangkan dalam peraturan menteri, saat ini regulasi tersebut belum tersedia untuk publik.
Kedua, persentase penerimaan untuk masing-masing jalur juga akan mengalami perubahan.
Ketiga, jalur prestasi akan mencakup sistem penilaian yang lebih luas, tidak hanya berdasarkan prestasi akademik dan non-akademik, tetapi juga akan mempertimbangkan pengalaman kepemimpinan siswa, seperti mereka yang aktif dalam organisasi siswa.
Keempat, Mu’ti menyatakan bahwa kuota untuk jalur afirmasi akan meningkat, dengan fokus tetap pada penyandang disabilitas dan siswa dari keluarga tidak mampu.
“Jalur afirmasi ini difokuskan untuk dua kelompok, yaitu penyandang disabilitas dan siswa dari keluarga yang kurang mampu,” pungkasnya.
(*/AZ)
Komentar