Upaya rehabilitasi ini turut didukung oleh penyaluran anggaran dari Satgas PRR. Di Aceh, bantuan rehabilitasi telah tersalurkan sepenuhnya dengan total anggaran mencapai Rp3,75 miliar. Sementara di Sumatera Barat, bantuan sebesar Rp500 juta juga telah tersalurkan secara penuh.
Adapun di Sumatera Utara, proses penyaluran anggaran masih dalam tahap penyelesaian, terutama untuk rumah ibadah yang direlokasi ke lokasi yang lebih aman.
Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa pemulihan rumah ibadah menjadi perhatian serius pemerintah karena memiliki peran strategis dalam mengembalikan ketenangan dan semangat masyarakat pascabencana.
“Pemulihan rumah ibadah menjadi bagian penting dalam proses rehabilitasi, karena berkaitan langsung dengan kehidupan sosial dan spiritual masyarakat,” ujarnya.
Selain rehabilitasi fisik, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap pemulihan aspek nonfisik. Di antaranya melalui penyaluran bantuan perlengkapan ibadah serta dukungan terhadap kegiatan keagamaan masyarakat.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto juga telah menyalurkan bantuan sapi untuk tradisi meugang di 19 kabupaten/kota di Aceh menjelang Ramadan dan Idulfitri, dengan total nilai mencapai Rp145,5 miliar. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan sosial dan budaya masyarakat terdampak.
Satgas PRR memastikan, seluruh langkah rehabilitasi dan rekonstruksi dilakukan secara komprehensif, dengan tujuan mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat secara utuh, baik dari sisi fisik, sosial, maupun spiritual.(red)*
Komentar