Creative Solution Lead Kantar Indonesia, Ummu Hani, mengatakan komunikasi Ramadan di Indonesia kini mengalami perkembangan signifikan.
Menurutnya, brand tidak lagi cukup hanya mengandalkan cerita yang menyentuh, tetapi juga harus mampu menghadirkan relevansi emosional dan budaya yang dekat dengan pengalaman nyata masyarakat.
“Komunikasi Ramadan di Indonesia terus berkembang, tidak hanya mengandalkan storytelling, tetapi juga kedalaman relevansi emosional dan budaya. Kampanye yang berhasil adalah yang mampu merefleksikan pengalaman nyata konsumen dan menerjemahkannya menjadi narasi yang bermakna serta memperkuat koneksi dengan brand,” ujarnya.
Temuan studi tersebut dipresentasikan dalam forum eksklusif yang digelar di Raffles Jakarta, Kamis (21/5/2026), yang mempertemukan para pemilik brand, marketer, pimpinan agensi, hingga jajaran eksekutif dan pengambil keputusan bisnis dari berbagai industri.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, forum kali ini dirancang lebih strategis dengan fokus pada audiens senior dan para pemimpin perusahaan lintas sektor.
Hasil studi Kantar menegaskan bahwa keberhasilan iklan Ramadan kini tidak lagi semata ditentukan oleh kemeriahan visual atau popularitas, melainkan oleh kemampuan sebuah kampanye menghadirkan makna, kedekatan emosional, dan relevansi yang terasa nyata dalam kehidupan konsumen Indonesia.(*/hel)
Komentar