Seputar Publik / Nusantara

Universitas YARSI Dukung UMKM dan Kader PKK Desa Mandalamekar Bandung

Dari Sertifikasi Halal hingga Budidamber untuk Gizi dan Ekonomi Warga

Hanya dua hari sebelumnya, pada 1 Agustus 2025, Universitas YARSI juga memperkenalkan inovasi Budidamber di Mandalamekar. Program yang dipimpin Prof. Dr. Ir. Perdana Wahyu Santosa, MM., CRP., bersama Dr. Elita Donanti, MBiomed, dan Harry Budiantoro ini mengusung tema “Pengembangan Ekonomi Kreatif melalui Budidamber sebagai Solusi Peningkatan Pendapatan Kader PKK dan Penurunan Angka Stunting.”

Budidamber—budidaya ikan lele dalam ember—dikenalkan sebagai metode sederhana, murah, dan hemat lahan yang dapat dijalankan keluarga dengan sumber daya terbatas. Selain membantu meningkatkan gizi keluarga, hasil budidaya juga dapat menjadi tambahan pendapatan rumah tangga.

“Melalui Budidamber, kami ingin menunjukkan bahwa pemenuhan gizi dan peningkatan pendapatan bisa dilakukan dengan cara sederhana, terjangkau, dan berkelanjutan,” jelas Dr. Elita Donanti.

Program ini diaplikasikan di 13 RW Desa Mandalamekar dengan melibatkan kader PKK dan Posyandu. Hasil budidaya rencananya diintegrasikan ke dalam menu harian posyandu, sekaligus menjadi bagian dari edukasi gizi keluarga.

Kepala Desa Mandalamekar menyatakan apresiasinya:

“Kami sangat terbantu. Budidamber tidak hanya menambah penghasilan ibu-ibu PKK, tetapi juga langsung bermanfaat memperbaiki gizi anak-anak di desa.”

Dampak dan Harapan ke Depan

Kedua program ini menunjukkan peran nyata Universitas YARSI dalam menjawab kebutuhan masyarakat desa secara holistik: meningkatkan daya saing produk UMKM sekaligus menciptakan ketahanan pangan dan gizi keluarga.

Dengan pendampingan berkelanjutan serta dukungan teknologi tepat guna, Universitas YARSI berharap Desa Mandalamekar dapat menjadi desa percontohan dalam pengembangan UMKM halal, legal, dan berdaya saing, serta model penerapan Budidamber untuk desa sehat, mandiri, dan produktif.

Langkah ini sejalan dengan target pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam pengurangan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi inklusif, serta konsumsi-produksi yang bertanggung jawab.

(*/Helmi)

Tulis Komentar

Komentar