Seputar Publik / Berita

Usia 70 Tahun, Sarnadi Adam Punya Satu Harapan: Museum Seni Lukis Betawi di Jakarta

Setengah abad berkarya, maestro seni rupa asal Jakarta itu berharap Pemprov DKI menghadirkan museum yang menjadi ruang edukasi, laboratorium seni, sekaligus warisan bagi generasi muda.
Di usia 70 tahun dan setelah lima dekade berkarya, Sarnadi Adam menyimpan satu harapan: hadirnya Museum Seni Lukis Betawi di Jakarta sebagai ruang edukasi, dokumentasi, dan warisan seni bagi generasi mendatang. Di usia 70 tahun dan setelah lima dekade berkarya, Sarnadi Adam menyimpan satu harapan: hadirnya Museum Seni Lukis Betawi di Jakarta sebagai ruang edukasi, dokumentasi, dan warisan seni bagi generasi mendatang.


Menurut Sarnadi, keberadaan museum akan membuat karya seni lukis Betawi lebih mudah dikenal masyarakat, terutama generasi muda.

Ia bahkan telah menyiapkan sebagian karya terbaiknya untuk mengisi ruang tersebut.

"Saya akan menyumbangkan 50 karya terbaik saya untuk mengisi museum tersebut," ujarnya.

Saat ini, Sarnadi menyebut memiliki sekitar 100 karya dalam koleksinya. Sebagian karya tersebut ingin ia dedikasikan sebagai koleksi museum yang diharapkannya dapat menjadi ruang khusus untuk mengenal perjalanan seni lukis Betawi.

Namun, gagasan tersebut tidak berhenti pada persoalan koleksi. Sarnadi ingin museum itu hidup sebagai ruang pembelajaran.

"Saya ingin museum itu menjadi laboratorium seni bagi pelajar," katanya.

Lima Dekade Membawa Betawi ke Dunia

Harapan Sarnadi terhadap museum tidak dapat dilepaskan dari perjalanan panjangnya sebagai perupa.

Tulis Komentar

Komentar