Seputar Publik / Berita

Wamendagri Bima Arya: Pemimpin Harus Punya Ideologi Kuat, Integritas, dan Nyali Ambil Risiko

Dalam bedah buku di Undip Semarang, Bima Arya menegaskan kepemimpinan membutuhkan keberanian, pijakan nilai yang kokoh, serta komitmen kuat untuk berpihak pada kepentingan masyarakat.
Wamendagri Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa pemimpin harus memiliki ideologi yang kuat, integritas, dan keberanian mengambil keputusan sulit demi kepentingan masyarakat. Wamendagri Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa pemimpin harus memiliki ideologi yang kuat, integritas, dan keberanian mengambil keputusan sulit demi kepentingan masyarakat.

Ia mencontohkan sejumlah kebijakan yang pernah diambilnya, termasuk pembatasan izin penjualan minuman beralkohol di tempat hiburan malam sebagai bentuk perlindungan terhadap generasi muda, meski kebijakan tersebut menuai tekanan dari berbagai pihak.

Selain itu, prinsip inklusivitas juga menjadi landasan penting dalam penyelesaian sejumlah persoalan sosial, termasuk konflik pendirian rumah ibadah yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Menurut Bima, ideologi yang kuat harus didukung dengan strategi kepemimpinan yang mampu membangun harapan publik sekaligus membentuk tim birokrasi yang solid dan berkarakter.

Dalam memilih pejabat, ia menegaskan bahwa karakter dan integritas menjadi pertimbangan utama, bahkan sebelum kompetensi teknis.

“Bagi saya, karakter itu nomor satu. Adab itu nomor satu. Setelah itu baru kompetensi dan kemampuan teknis lainnya,” tegasnya.

Untuk menjaga konsistensi nilai-nilai tersebut, Bima mengaku selalu membangun kedekatan dengan masyarakat, berdialog dengan berbagai elemen sipil, serta menjadikan keluarga sebagai benteng moral dalam menjaga integritas pribadi.

Ia menilai, nilai-nilai kritis yang tumbuh dalam lingkungan keluarga dapat menjadi pengingat penting agar seorang pemimpin tetap menjauhi berbagai bentuk penyimpangan, termasuk praktik gratifikasi.

Dalam kesempatan tersebut, Bima juga memberikan pesan kepada para mahasiswa agar mulai mempersiapkan diri sejak dini untuk menjadi pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki semangat pengabdian.

“Jangan lewatkan momentum ketika nanti kalian diberi amanah menjadi pemimpin. Waktu kepemimpinan itu berjalan sangat cepat. Karena itu, jalani dengan penuh dedikasi dan passion,” tandasnya.

Kegiatan bedah buku tersebut turut dihadiri Dekan FISIP Undip Teguh Yuwono, Asisten II Pemerintah Kota Semarang Hernowo Budi Luhur, serta para dosen dan mahasiswa FISIP Undip.

Melalui forum akademik tersebut, Wamendagri berharap lahir generasi pemimpin masa depan yang berani mengambil keputusan, berintegritas, serta mampu menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.(Red)*

*(Sumber: Rilis Pers Puspen Kemendagri)*

Tulis Komentar

Komentar