“Seluruh persiapan telah kami tempuh, termasuk ketersediaan anggaran di tahun depan. Secara internal, kami secara berkelanjutan berdiskusi dengan para transportir angkutan CPO untuk menyamakan komitmen. Salah satu langkah konkretnya adalah mendorong para mitra untuk melakukan MoU dengan pihak karoseri resmi yang telah ditetapkan,” jelas Argo.
Ia menambahkan, evaluasi terhadap kelayakan teknis, operasional, dan efisiensi biaya akan terus dilakukan selama masa pilot project. Evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar untuk memastikan keberlanjutan penerapan program.
Zero ODOL untuk Keselamatan dan Logistik Berkelanjutan
Kebijakan Zero ODOL dirancang untuk mencegah kendaraan angkutan barang beroperasi dengan dimensi yang melampaui ketentuan atau membawa muatan melebihi kapasitas yang dipersyaratkan.
Penerapan kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas, termasuk akibat kegagalan pengereman, kendaraan terguling, serta meningkatnya jarak pengereman pada kendaraan bermuatan berlebih.
Selain aspek keselamatan, Zero ODOL juga ditujukan untuk mendukung perlindungan infrastruktur jalan, mendorong persaingan usaha yang lebih adil di sektor logistik, dan membantu menekan emisi gas rumah kaca yang berkaitan dengan operasional kendaraan.
Melalui proyek percontohan di Riau, PTPN IV PalmCo menyiapkan langkah operasional untuk mendukung penerapan angkutan CPO sesuai standar kendaraan dan ketentuan pemerintah menjelang target implementasi Zero ODOL 2027.(Red.)*
Sumber: Rilis PTPN IV PalmCo
Komentar