> "Bagi saya pribadi, bukan hanya pembangunan fisik yang menjadi warisan terbesar Bang Ali, tetapi juga keberanian beliau membangun ekosistem seni dan budaya. Siapa pun Gubernur Jakarta tidak mungkin tidak melanjutkan apa yang telah diwariskan Bang Ali," ujar Pramono.
Pramono menegaskan, pembangunan Jakarta ke depan harus tetap berpijak pada sejarah dan kebudayaan. Semangat yang diwariskan Ali Sadikin perlu terus dijaga sekaligus diperkenalkan kepada generasi muda agar memahami perjalanan sejarah kota dan memiliki rasa memiliki terhadap Jakarta.
Menurutnya, modernisasi kota tidak boleh menghilangkan akar budaya yang menjadi identitas masyarakat.
Sebagai bentuk implementasi komitmen tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus menjalankan berbagai program strategis, di antaranya penguatan sistem transportasi publik yang terintegrasi, pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD), penataan kawasan Pasar Baru dan Kota Tua, serta revitalisasi kawasan budaya.
Di sisi lain, Pemprov DKI juga terus memperkuat pelestarian budaya Betawi melalui revitalisasi Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan serta menghadirkan unsur budaya Betawi dalam berbagai kegiatan pemerintahan.
> "Menjelang Jakarta memasuki usia lima abad pada tahun 2027, kita ingin membangun Jakarta sebagai kota global yang modern, tetapi tetap berkarakter, menghargai sejarah, dan menjadikan kebudayaan sebagai identitas sekaligus kekuatan kota," kata Pramono.
Komentar