Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mewariskan nilai-nilai kepemimpinan Ali Sadikin kepada generasi muda. Menurutnya, keberanian mengambil keputusan, berpikir visioner, dan mengutamakan kepentingan masyarakat merupakan teladan yang tetap relevan dalam pembangunan Jakarta saat ini.
Sejalan dengan semangat tersebut, Pramono bersama Wakil Gubernur Rano Karno sejak awal masa jabatan berupaya menghidupkan kembali kawasan TIM sebagai pusat kebudayaan Jakarta. Langkah tersebut diwujudkan melalui pengoperasian kembali Planetarium, perpanjangan jam layanan perpustakaan hingga malam hari, serta memperkuat kolaborasi dengan para seniman, budayawan, akademisi, dan komunitas kreatif.
Peringatan 100 Tahun Ali Sadikin diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), dan Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB).
Acara tersebut turut dihadiri Gubernur DKI Jakarta periode 2007–2012 Fauzi Bowo, keluarga besar Ali Sadikin, para seniman, budayawan, akademisi, serta berbagai komunitas kebudayaan yang bersama-sama mengenang dedikasi Bang Ali dalam membangun wajah Jakarta melalui seni, budaya, dan ruang publik.(*/hel)
Komentar