Seputar Publik / Opini

42 Tahun Universitas Terbuka: Dari “Kapal Keruk” Menjadi “Kapal Penyelamat” Pendidikan Indonesia

Oleh: Mohamad Pandu Ristiyono
Foto Ilustrasi Universitas Terbuka memasuki usia ke-42 dengan tantangan memperluas akses pendidikan tinggi, menjaga mutu, dan memperkuat kolaborasi dalam ekosistem pendidikan nasional Foto Ilustrasi Universitas Terbuka memasuki usia ke-42 dengan tantangan memperluas akses pendidikan tinggi, menjaga mutu, dan memperkuat kolaborasi dalam ekosistem pendidikan nasional

Seberapa jauh UT mampu mengubah keterbatasan akses menjadi kesempatan belajar?

Seorang guru yang dapat melanjutkan pendidikan tanpa meninggalkan sekolahnya. Seorang pekerja yang dapat memperoleh gelar tanpa kehilangan pekerjaannya. Seorang ibu rumah tangga yang dapat kembali belajar. Masyarakat di daerah yang memperoleh kesempatan pendidikan tinggi tanpa harus berpindah ke kota besar.

Di sanalah fungsi sosial UT menemukan maknanya.

Pendidikan tinggi tidak hanya berbicara tentang siapa yang diterima di kampus, tetapi juga tentang siapa yang selama ini tidak mampu masuk ke kampus dan bagaimana negara membukakan pintu bagi mereka.

Dari “Universitas Besar” Menjadi “Universitas Berdampak”

Memasuki usia 42 tahun, tantangan UT bukan lagi sekadar bagaimana menjadi universitas dengan jumlah mahasiswa besar.

Tantangannya adalah bagaimana membuktikan bahwa skala dapat berjalan bersama kualitas, teknologi bersama kemanusiaan, dan keterbukaan bersama akuntabilitas.

Tulis Komentar

Komentar