Seputar Publik / Berita

Aksi Rakyat Bela Indonesia Serukan 5 Tuntutan, Tamsil Linrung Soroti Persoalan Wapres

Ribuan peserta berkumpul di Masjid Agung Al Azhar, Jakarta Selatan, menyuarakan persatuan nasional, penegakan hukum, pemberantasan oligarki, dan pelaksanaan konstitusi. Tamsil Linrung menyoroti persoalan persyaratan jabatan wakil presiden yang menurutnya perlu diselesaikan melalui mekanisme hukum.
Ribuan peserta menghadiri Aksi Rakyat Bela Indonesia di Lapangan Hijau Masjid Agung Al Azhar, Jakarta Selatan, Minggu (8/11/2026). Sejumlah tokoh nasional menyampaikan pandangan dan lima tuntutan terkait penegakan hukum, konstitusi, serta kedaulatan negara. Ribuan peserta menghadiri Aksi Rakyat Bela Indonesia di Lapangan Hijau Masjid Agung Al Azhar, Jakarta Selatan, Minggu (8/11/2026). Sejumlah tokoh nasional menyampaikan pandangan dan lima tuntutan terkait penegakan hukum, konstitusi, serta kedaulatan negara.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie turut menyampaikan pandangannya dalam Aksi Rakyat Bela Indonesia. Ia menilai berkumpulnya berbagai elemen masyarakat menunjukkan adanya kepedulian bersama terhadap perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Jimly mengatakan kegiatan tersebut dipersiapkan dalam waktu relatif singkat setelah sejumlah tokoh menghubunginya pada Jumat (6/11/2026). Menurutnya, kesamaan kepedulian terhadap situasi nasional menjadi salah satu alasan para tokoh berkumpul.

"Rupanya, ada hati nurani yang sama, yang mempersatukan kita. Ada akal sehat yang sama yang mempersatukan kita berkumpul di sini hari ini. Ini namanya moral power, logic power, karena kita menghadapi situasi dan kondisi negara yang mengkhawatirkan," kata Jimly.

Ia menekankan pentingnya keberadaan ruang publik yang independen sebagai tempat menyampaikan kritik sekaligus menjalankan fungsi pengawasan sosial terhadap penyelenggaraan negara.

Jimly juga menyampaikan bahwa Masjid Agung Al Azhar merupakan tempat yang terbuka bagi umat Islam dari berbagai latar belakang organisasi dan golongan.

"Saya sangat mendukung inisiatif kawan-kawan dalam aksi bela rakyat Indonesia. Kita menyuarakan suara nurani dan suara akal sehat," ujar Jimly.

Dihadiri Sejumlah Tokoh dan Pimpinan Ormas Islam

Aksi Rakyat Bela Indonesia tersebut turut dihadiri Ketua Umum Al-Irsyad Al-Islamiyyah Faisal bin Madhi, Bendahara Umum PP Muhammadiyah Hilman Latief, Presiden Syarikat Islam Ferry Juliantono, Ketua Umum Wahdah Islamiyah KH Muhammad Zaitun Rasmin, anggota Presidium Majelis Arah Indonesia KH Fahmi Salim, serta Wakil Sekretaris Jenderal MUI Erick Yusuf.

Aksi ini merupakan kelanjutan konsolidasi sejumlah tokoh dan pimpinan organisasi kemasyarakatan yang berlangsung di Universitas Al Azhar Indonesia, Jakarta, pada Jumat (6/11/2026) dan Sabtu (7/11/2026).

Melalui gerakan tersebut, para penggagas menyampaikan lima tuntutan yang menitikberatkan pada persatuan nasional, penegakan hukum, pemberantasan praktik oligarki, pengelolaan kekayaan negara sesuai amanat konstitusi, serta kepatuhan terhadap hukum dan konstitusi.

Para penggagas menyatakan aspirasi tersebut akan diperjuangkan melalui cara-cara damai dan konstitusional.

*(Penulis: Helmi.)

Tulis Komentar

Komentar