“Saya ingin menekankan bahwa sampai fakta-fakta diklarifikasi, spekulasi dan kehebohan tidak akan membantu menyelesaikan masalah ini,” katanya dalam pengarahan pers di Beijing, Jumat.
Para pejabat AS mengatakan mereka mengangkat masalah itu dengan kolega mereka di China lewat saluran diplomatik.
“Kami telah menyampaikan kepada mereka keseriusan kami untuk menangani masalah ini,” kata seorang pejabat AS.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken direncanakan mengunjungi China pekan depan. Belum jelas apakah temuan balon mata-mata itu akan mempengaruhi rencana itu.
Hubungan China-AS telah memburuk dalam beberapa tahun terakhir, khususnya setelah Ketua DPR AS Nancy Pelosi berkunjung ke Taiwan pada Agustus, yang memicu kemarahan China.
Para petinggi militer AS mempertimbangkan rencana untuk menembak jatuh balon itu di atas Montana pada Rabu, tetapi akhirnya menyarankan Biden untuk tidak melakukannya.
Bandara Billings di Montana menghentikan jadwal penerbangan ketika militer mengerahkan jet-jet tempur F-22 sambil menunggu perintah Biden untuk menembak jatuh balon itu.
Penduduk Billings, Chase Noak, yang merekam balon itu pada 1 Februari, mengatakan awalnya dia mengira balon itu adalah bintang.
“Tetapi saya pikir tidak mungkin karena saat itu siang hari dan ketika saya melihatnya lagi, (benda) itu tampak terlalu besar bagi sebuah bintang,” katanya kepada Reuters.
Balon mata-mata semacam itu biasanya beroperasi pada ketinggian 24 ribu hingga 37 ribu meter, jauh di atas jalur penerbangan.
Craig Singleton, seorang pakar tentang China di Yayasan Pertahanan dan Demokrasi, mengatakan balon seperti itu banyak digunakan oleh AS dan Uni Soviet selama Perang Dingin karena biaya operasionalnya rendah.
Sejumlah balon mata-mata sebelumnya pernah terbang di atas AS dalam beberapa tahun terakhir, tetapi waktunya tidak selama yang sekarang, kata seorang pejabat AS.
Komentar