Seputar Publik / Berita

Cerita Betawi Dihidupkan Kembali: Dari Folklor Menjadi Cerpen untuk Generasi Baru

Pelatihan “Dari Folklor ke Fiksi” di Taman Ismail Marzuki mendorong generasi muda menggali cerita rakyat, tradisi, dan sastra lisan Betawi menjadi karya kreatif yang relevan dengan zaman.
Generasi muda diajak menghidupkan kembali cerita dan sastra lisan Betawi melalui pelatihan kreatif “Dari Folklor ke Fiksi” di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Generasi muda diajak menghidupkan kembali cerita dan sastra lisan Betawi melalui pelatihan kreatif “Dari Folklor ke Fiksi” di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Dorong Lahirnya Penulis Betawi Generasi Baru

Ketua Perkumpulan Betawi Kita, Fadjriah Nurdiarsih, mengatakan pelatihan tersebut berangkat dari kegelisahan masih adanya generasi muda yang belum mengenal cerita maupun penulis Betawi.

Karena itu, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pelatihan satu hari. Peserta didorong untuk terus mengembangkan ide menjadi karya yang dapat dibukukan dan menjadi bagian dari ekosistem sastra Betawi.

«“Sebenarnya banyak pihak yang harus terlibat jika kita mau menciptakan lebih banyak sastrawan Betawi ataupun mengenalkan sastra Betawi. Saat ini, penulis baru hampir tidak ada. Makanya harus ada langkah serius. Bahkan, urusan sastra Indonesia saja diatur oleh setingkat Kementerian,” ujar Fadjriah, yang akrab disapa Mpok Iyah.»

Mantan anggota Dewan Kesenian Jakarta tersebut juga berharap DKI Jakarta segera memiliki kantor bahasa atau balai bahasa. Menurutnya, keberadaan lembaga tersebut dapat membantu pengelolaan bahasa dan sastra Betawi agar lebih terarah.

«“Dengan demikian, urusan sastra dan bahasa Betawi ini bisa lebih terarah dan dapat terus dilestarikan,” katanya.»

Sastra Lisan sebagai Ingatan Kolektif

Sementara itu, Yahya Andi Saputra mengajak peserta melihat sastra lisan sebagai bagian penting dari warisan budaya Betawi.

Tulis Komentar

Komentar