“Bukan berarti pergub itu kurang bagus, perlu disempurnakan dan lebih aktual lagi dengan kondisi yang ada sekarang. Ini penting sehingga kita selalu *on the track* menjaga *local wisdom*,” kata Dailami.
Anggota Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi (LAKB) tersebut mengatakan, hasil diskusi akan dibahas lebih lanjut bersama Ketua Dewan Adat LAKB, Datuk Mu’allim Ahlul Adat Fauzi Bowo.
Rekomendasi yang dihasilkan diharapkan dapat disampaikan kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebagai bahan pertimbangan dalam penyempurnaan kebijakan penyelenggaraan Abnon.
Dailami menjelaskan, Gubernur Pramono berhalangan hadir karena agenda keluarga yang tidak dapat ditinggalkan. Untuk itu, Prof. Sylviana Murni diutus mengikuti diskusi sekaligus menyampaikan gagasan.
Adat, Agama, dan Adab sebagai Landasan
Dailami menekankan bahwa penyempurnaan aturan Abnon Jakarta perlu mempertimbangkan tiga nilai utama, yakni adat, agama, dan adab.
Menurut dia, identitas masyarakat Betawi memiliki keterkaitan erat dengan Islam. Karena itu, nilai-nilai tersebut dinilai perlu mendapat tempat dalam penyelenggaraan Abnon sebagai salah satu representasi budaya Betawi di Ibu Kota.
Komentar