Seputar Publik / Berita

Dailami Firdaus Usulkan Revisi Pergub Abang None Jakarta, Marwah Budaya Betawi Jadi Sorotan

Dalam diskusi budaya di Bekasi, sejumlah tokoh mengusulkan evaluasi aturan Abang None Jakarta, mulai dari penguatan nilai adat, agama, dan adab hingga peningkatan keterwakilan masyarakat Betawi dalam dewan juri.
Senator DPD RI Dailami Firdaus bersama tokoh dan budayawan Betawi mendorong evaluasi penyelenggaraan Abang None Jakarta. Usulan revisi Pergub Nomor 30 Tahun 2010 mengemuka untuk memperkuat nilai budaya dan identitas Betawi di Ibu Kota. Senator DPD RI Dailami Firdaus bersama tokoh dan budayawan Betawi mendorong evaluasi penyelenggaraan Abang None Jakarta. Usulan revisi Pergub Nomor 30 Tahun 2010 mengemuka untuk memperkuat nilai budaya dan identitas Betawi di Ibu Kota.

Sementara itu, ruang partisipasi bagi warga Jakarta nonmuslim dalam kegiatan serupa, menurut pandangannya, dapat difasilitasi melalui ajang lain, seperti pemilihan putri pariwisata.

“Terpenting kalau untuk penyelenggaraan Abnon Jakarta harus tetap mempertahankan esensi dan nilai budaya yang menjadi identitasnya,” tegasnya.

Pandangan senada disampaikan anggota LAKB yang juga Rektor Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI, Profesor Sylviana Murni. Ia menilai, penyelenggaraan Abnon Jakarta perlu dievaluasi dan didefinisikan kembali agar selaras dengan nilai-nilai budaya Betawi.

Menurut Sylviana, evaluasi tersebut perlu melibatkan para pemangku kepentingan dengan menjadikan akar budaya, adat, dan agama sebagai pijakan pembahasan.

“Menurut saya, ini memang perlu kita evaluasi, kita perlu redefinisi, kita perlu lagi kumpul bareng. Saya apresiasi Bang Ferdy (Dailami Firdaus) yang sudah menginisiasi diskusi ini,” ujar Sylviana, yang pernah terpilih sebagai None Jakarta pada 1981.

Tulis Komentar

Komentar