“Melalui SSI, siswa tidak hanya mempelajari konsep Biologi, tetapi juga belajar memahami persoalan di sekitarnya dari berbagai sudut pandang. Mereka dilatih untuk berpikir kritis, berdiskusi berdasarkan bukti, dan mengambil keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Salah satu isu yang diangkat dalam kegiatan ini adalah alih fungsi lahan menjadi perkebunan kelapa sawit yang banyak dijumpai di sekitar lingkungan sekolah. Topik tersebut dipilih karena dekat dengan kehidupan siswa sekaligus memiliki keterkaitan dengan materi Biologi, khususnya mengenai lingkungan, keanekaragaman hayati, interaksi manusia dengan ekosistem, serta pembangunan berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, siswa melakukan observasi langsung ke lingkungan sekitar sekolah untuk mengidentifikasi perubahan penggunaan lahan. Mereka kemudian mendiskusikan bukti-bukti ilmiah yang ditemukan, menganalisis dampak sosial dan lingkungan yang mungkin terjadi, serta merumuskan berbagai alternatif keputusan berdasarkan beragam perspektif.
Untuk mendukung proses pembelajaran, tim pengabdian memperkenalkan SSI Learning System, yaitu sistem pembelajaran terpadu yang terdiri dari buku panduan guru, modul pembelajaran, lembar kerja siswa (LKS), SSI Thinking Toolkit, hingga Papan Edukatif SSI atau SSI Learning Board.
Komentar