Seputar Publik / Nusantara

Gubernur NTB Minta OJK dan BI Gencarkan Sosialisasi Inklusi Keuangan Digital kepada Masyarakat

“2022 kemarin kita tumbuh 7,3 persen dan berkurang kita ke 5,99 persen sehingga overall ditahun 2022 ini kita masih optimis mampu mencapai pertumbuhan ekonomi pada kisaran 6,4 hingga 7,2 persen,” tuturnya.

Kondisi demikian, dijelaskan Heru, juga ditopang oleh study intra sistem keuangan yang solid dan terjaga dengan baik. Pertumbuhan dari pihak ketiga mencapai 13,71 persen, pertumbuhan tertitik 6,05 persen dengan MPL 1,67 persen dan laba 10,67 persen. Tentunya kondisi ini dibantu juga dengan sistem pembayaran yang memang memberikan nilai positif khususnya sistem pembayaran non-tunai yang meningkat secara signifikan dan rata-rata kalau kita melihat bahwa arah kebutuhan produk di provinsi Nusa Tenggara Barat terus bisa tertata dengan baik.

Turut hadir dalam acara tersebut Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Walikota Mataram H. Mohan Roliskana, Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTB Heru Saptaji, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB Rico Rinaldy, Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi NTB Ade Iwan Ruswana, dan Bupati,Walikota se-NTB
(Yyt).

Tulis Komentar

Komentar