"Kami menyambut baik silaturahmi ini sebagai langkah memperkuat kolaborasi dan memajukan sepak takraw secara global," ujar Marciano Norman.
Selain membahas rencana penyelenggaraan kejuaraan dunia, kedua pihak juga bertukar pandangan mengenai penguatan organisasi olahraga, pembinaan atlet berkelanjutan, serta strategi peningkatan prestasi Indonesia di kancah internasional.
Dalam kesempatan itu, Marciano Norman menegaskan pentingnya menjaga soliditas organisasi sebagai fondasi utama dalam mencetak prestasi atlet.
"Tugas Ketua PSTI sangat banyak, tetapi saya yakin Ketua Umum PSTI mampu mengemban amanah ini untuk meningkatkan pembinaan dan prestasi atlet Indonesia di dalam maupun luar negeri," tegasnya.
Pada pertemuan tersebut, Datuk Abdul Halim Kader juga menyampaikan bahwa Ketua Umum PSTI, H. Surianto, dipercaya untuk menduduki posisi Wakil Presiden ISTAF.
Usulan tersebut dinilai sebagai bentuk pengakuan dunia internasional terhadap peran aktif Indonesia dalam pengembangan dan kemajuan sepak takraw global.
"Kami melihat Indonesia memiliki kapasitas besar untuk memimpin serta memperkuat arah organisasi sepak takraw internasional di masa depan," ungkap Datuk Abdul Halim Kader.
Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam olahraga sepak takraw dunia, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi penyelenggaraan berbagai event olahraga internasional bergengsi di Tanah Air.
Dengan rencana Kejuaraan Dunia Sepak Takraw 2027 di Makassar dan meningkatnya kepercayaan dunia kepada tokoh olahraga Indonesia, posisi Indonesia dalam peta olahraga internasional dinilai semakin kuat dan diperhitungkan.(Red)*
Komentar