Seputar Publik / Berita

Narkoba Diduga Picu Maraknya Pencurian Sawit di Sumut, Petani dan PTPN IV PalmCo Alami Kerugian Besar

PTPN IV PalmCo mengungkap dugaan keterkaitan peredaran narkoba dengan meningkatnya pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Sumatera Utara. Petani rakyat hingga perkebunan negara disebut menjadi korban aksi terorganisir yang kerap disertai ancaman kekerasan.
Peredaran narkoba diduga menjadi salah satu faktor pemicu maraknya pencurian buah sawit di Sumatera Utara. Petani rakyat dan PTPN IV PalmCo mengaku mengalami kerugian besar akibat aksi terorganisir yang semakin berani dan meresahkan.(Foto: Ilustrasi) Peredaran narkoba diduga menjadi salah satu faktor pemicu maraknya pencurian buah sawit di Sumatera Utara. Petani rakyat dan PTPN IV PalmCo mengaku mengalami kerugian besar akibat aksi terorganisir yang semakin berani dan meresahkan.(Foto: Ilustrasi)

Untuk mengantisipasi hal tersebut, perusahaan terus memperkuat sistem keamanan melalui pemetaan wilayah rawan, peningkatan patroli, pemanfaatan teknologi pengawasan, serta koordinasi dengan aparat penegak hukum dan masyarakat sekitar.

Kerugian Meningkat Signifikan

Data PTPN IV PalmCo menunjukkan tren peningkatan kehilangan TBS di Distrik Rayon Utara yang meliputi Kebun Kwala Sawit, Sawit Seberang, Sawit Hulu, Batang Serangan, dan Air Tenang di Kabupaten Langkat.

Pada tahun 2024, kehilangan TBS tercatat mencapai 27.405 kilogram dengan nilai kerugian sekitar Rp84 juta. Angka tersebut meningkat menjadi 215.509 kilogram pada 2025 dengan nilai kerugian lebih dari Rp620 juta.

Sementara hingga periode Januari–Mei 2026, kehilangan TBS telah mencapai 219.700 kilogram dengan nilai kerugian yang juga mencapai ratusan juta rupiah.

Dugaan Keterkaitan dengan Peredaran Narkoba

Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo, Arya Sandhiyudha, menyebut hasil peninjauan lapangan menunjukkan adanya pola yang mengindikasikan keterkaitan antara meningkatnya peredaran narkoba dengan gangguan keamanan di kawasan perkebunan, termasuk pencurian sawit.

"Kami melihat adanya pola yang berulang di sejumlah lokasi. Ketika peredaran narkoba meningkat, gangguan keamanan termasuk pencurian hasil kebun juga cenderung meningkat," ujar Arya.

Tulis Komentar

Komentar