Seputar Publik / Berita

Pencurian TBS Sawit Disorot, Petani dan Pekerja Minta Rantai Kejahatan Diputus

Maraknya pencurian TBS disebut tidak selalu berkaitan dengan alasan bertahan hidup. Pekerja, petani, dan pelaku usaha meminta penegakan hukum serta penelusuran terhadap pihak-pihak yang diduga menerima hasil pencurian.
Pencurian TBS sawit menjadi sorotan karena dinilai tidak hanya merugikan perusahaan, tetapi juga mengancam keamanan pekerja dan petani swadaya serta iklim usaha perkebunan. Pencurian TBS sawit menjadi sorotan karena dinilai tidak hanya merugikan perusahaan, tetapi juga mengancam keamanan pekerja dan petani swadaya serta iklim usaha perkebunan.

Tokoh masyarakat setempat, H. Ahmad Ramli, meminta masyarakat melihat setiap kasus pencurian TBS berdasarkan fakta dan konteksnya.

Ia menilai alasan kebutuhan ekonomi tidak semestinya langsung digunakan untuk menyimpulkan motif seseorang sebelum proses hukum dan fakta di lapangan diperiksa.

«“Kadang kita lihat faktanya sering diputarbalikkan. Pelaku ini cari simpati, alasannya mencuri karena lapar atau demi sesuap nasi. Nanti ujung-ujungnya aparat kepolisian yang disalahkan, dibilang hukum cuma tajam ke orang kecil. Padahal kalau dilihat, orangnya sehat-sehat, masih kuat kerja keras yang halal. Apalagi yang dicuri itu sawit, barang yang harus ditimbang dan dijual lagi ke penadah buat dapat duit, bukan pisang yang bisa langsung dimakan,” papar Ahmad Ramli.»

Ia juga meminta agar mekanisme penyelesaian perkara tidak menjadi alasan untuk mengabaikan kepentingan korban, pekerja, maupun petani yang merasa dirugikan.

Tulis Komentar

Komentar