Seputar Publik / Berita

Pencurian TBS Sawit Disorot, Petani dan Pekerja Minta Rantai Kejahatan Diputus

Maraknya pencurian TBS disebut tidak selalu berkaitan dengan alasan bertahan hidup. Pekerja, petani, dan pelaku usaha meminta penegakan hukum serta penelusuran terhadap pihak-pihak yang diduga menerima hasil pencurian.
Pencurian TBS sawit menjadi sorotan karena dinilai tidak hanya merugikan perusahaan, tetapi juga mengancam keamanan pekerja dan petani swadaya serta iklim usaha perkebunan. Pencurian TBS sawit menjadi sorotan karena dinilai tidak hanya merugikan perusahaan, tetapi juga mengancam keamanan pekerja dan petani swadaya serta iklim usaha perkebunan.

Seputarpublik.com || SUMATERA UTARA — Maraknya pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di sejumlah wilayah perkebunan memicu keresahan di kalangan pekerja, petani, dan pelaku usaha.

Fenomena tersebut menjadi perhatian karena sebagian aksi pencurian kerap dikaitkan dengan alasan memenuhi kebutuhan hidup. Namun, sejumlah pihak menilai terdapat kasus dengan pola berbeda, terutama ketika pelaku datang secara berkelompok, membawa alat tertentu, menutup wajah, atau melakukan tindakan agresif saat berhadapan dengan petugas keamanan dan pekerja perkebunan.

Karena itu, mereka mendorong agar setiap kasus ditangani berdasarkan fakta dan proses hukum, termasuk menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang menerima atau memperjualbelikan hasil pencurian.

Pekerja Soroti Ancaman Keselamatan

Ketua Serikat Pekerja Perkebunan (SP BUN), Virman Yuswardi Manik atau yang akrab disapa Jayus, mengatakan persoalan pencurian TBS bukan semata menyangkut kerugian material.

Tulis Komentar

Komentar