Menurutnya, pengamanan yang terencana dan terkoordinasi dengan baik menjadi faktor utama sehingga kegiatan berskala besar tersebut dapat berjalan dengan lancar.
Dalam rangka memastikan keamanan selama kegiatan berlangsung, Polda Sulawesi Utara mengerahkan lebih dari 6.000 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, Dinas Perhubungan, serta dukungan dari berbagai organisasi kemasyarakatan keagamaan.
Pengamanan dilakukan dengan sistem berlapis, mulai dari ring utama di kawasan Megamas hingga titik-titik strategis di sekitar lokasi kegiatan.
Beberapa titik yang menjadi fokus pengamanan antara lain area panggung utama kegiatan, akses masuk dan keluar lokasi acara, area parkir, Bandara Internasional Sam Ratulangi, serta sejumlah hotel yang menjadi tempat menginap tamu VVIP dan VIP.
Selain itu, tim khusus dari Brimob Polda Sulut, termasuk unit Jibom (Penjinak Bom) dan Wanteror (Perlawanan Teror), turut diterjunkan untuk melakukan sterilisasi area guna memastikan keamanan maksimal bagi seluruh peserta.
Pengamanan juga diperkuat melalui pengaturan arus lalu lintas di kawasan Boulevard Manado. Personel kepolisian lalu lintas bekerja sama dengan Dinas Perhubungan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan selama kegiatan berlangsung.
Sejumlah personel mobile atau tim siap gerak juga disiagakan untuk merespons dengan cepat apabila terjadi potensi gangguan keamanan di lapangan.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan memastikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa kendala berarti.
> “Pengamanan berjalan aman, tertib, dan kondusif sepanjang rangkaian acara,” ujarnya.
Keberhasilan pengamanan ini menjadi bukti kesiapan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas dan ketertiban selama kegiatan keagamaan berskala besar. Selain itu, situasi yang aman dan kondusif juga memberikan rasa nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah serta memperkuat semangat toleransi dan kebersamaan di tengah kehidupan berbangsa.(red)*
Komentar