Seputarpublik.com, BANDAR LAMPUNG — Ambisi Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil kini mendapat penguatan melalui pengembangan ekosistem bioetanol berbasis singkong di Lampung. Holding Perkebunan Nusantara bersama Fakultas Pertanian Universitas Lampung memperkuat sinergi hulu-hilir guna mendorong kedaulatan energi sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional.
Langkah strategis ini diharapkan menjadi katalisator bagi Lampung untuk bertransformasi sebagai salah satu pusat pengembangan energi terbarukan di Indonesia.
Direktur Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, menegaskan bahwa penguatan ketahanan energi merupakan agenda strategis nasional, terutama dalam mengejar target implementasi B50 dan E20 pada 2028. Menurutnya, Lampung memiliki posisi penting sebagai model pengembangan singkong terintegrasi, yang membutuhkan percepatan pengembangan lahan, pembangunan pabrik etanol, serta jaminan pasokan bahan baku yang stabil.
“Pertemuan ini menjadi langkah awal yang penting untuk memastikan industri bioetanol nasional memiliki fondasi yang kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, Direktur Operasional PT Perkebunan Nusantara I, Fauzi Omar, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung program hilirisasi yang dicanangkan pemerintah.
Komentar