Seputar Publik / Berita

PTPN I Regional 5 Serap Hingga 20 Ribu Tenaga Kerja Lewat Industri Tembakau

Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN I Regional 5 memperkuat peran industri tembakau sebagai penggerak ekonomi daerah dengan menyerap hingga 20 ribu tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan usaha masyarakat di Kabupaten Jember.
Aktivitas budidaya hingga pengolahan tembakau PTPN I Regional 5 menjadi penggerak ekonomi Kabupaten Jember dengan menyerap hingga 20 ribu tenaga kerja serta memberikan dampak positif bagi berbagai sektor usaha masyarakat. Aktivitas budidaya hingga pengolahan tembakau PTPN I Regional 5 menjadi penggerak ekonomi Kabupaten Jember dengan menyerap hingga 20 ribu tenaga kerja serta memberikan dampak positif bagi berbagai sektor usaha masyarakat.

Sementara itu, pada fase penanaman, pemeliharaan, panen, hingga pengeringan, kebutuhan tenaga kerja perempuan lebih besar karena pekerjaan tersebut memerlukan ketelitian dan keterampilan yang tinggi.

Aktivitas produksi mencapai puncaknya pada proses pengolahan tembakau yang berlangsung antara Juli hingga November. Pada periode tersebut, operasional pabrik mampu menyerap sekitar 15.000 hingga 20.000 tenaga kerja, menjadikan industri tembakau PTPN I Regional 5 sebagai salah satu penyerap tenaga kerja musiman terbesar di Kabupaten Jember dan sekitarnya.

Direktur Utama PTPN I, Dr. Abdul Rivai Ras, menegaskan bahwa pertumbuhan bisnis perusahaan harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Komitmen tersebut disampaikannya di Jakarta, Rabu (15/7/2026), sebagai bagian dari upaya memperkuat kontribusi perusahaan terhadap pembangunan ekonomi yang inklusif.

"PTPN I tidak hanya mengelola perkebunan untuk menghasilkan komoditas berkualitas, tetapi juga memastikan setiap aktivitas usaha memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Industri tembakau yang kami kelola telah menjadi sumber penghidupan bagi puluhan ribu pekerja dan menggerakkan ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja yang luas, mulai dari proses budidaya hingga pengolahan di pabrik," ujar Abdul Rivai Ras.

Tulis Komentar

Komentar