Pada gim kedua, Popov tampil lebih dominan dan menang meyakinkan 21-14, membawa Prancis unggul 1-0.
Keunggulan tersebut meningkatkan kepercayaan diri tim Prancis. Di partai kedua, Alex Lanier sukses menggandakan keunggulan usai menundukkan Alwi Farhan.
Alwi tampil di bawah performa terbaiknya pada gim pertama dan kalah 16-21. Ia sempat bangkit di gim kedua bahkan berbalik unggul 13-12. Namun, momentum itu tak mampu dipertahankan.
Lanier kembali mengendalikan permainan dan menutup laga dengan kemenangan 21-19, membuat Prancis unggul 2-0.
Harapan Indonesia muncul di partai ketiga saat Anthony Sinisuka Ginting menghadapi Toma Junior Popov.
Ginting sempat membuka peluang setelah merebut gim pertama 22-20. Namun, Popov bangkit dan merebut gim kedua 21-15.
Pertarungan sengit terjadi di gim penentuan. Skor imbang 20-20 sebelum akhirnya Popov merebut dua poin krusial untuk menang 22-20. Kekalahan ini memastikan Prancis unggul 3-0 sekaligus mengunci kemenangan dan tiket ke perempat final.
Indonesia semakin terpuruk di partai keempat. Ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani takluk dari Eloi Adam/Leo Rossi lewat dua gim langsung 19-21, 19-21, membuat skor menjadi 0-4.
Pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri akhirnya menyelamatkan muka Indonesia di partai terakhir.
Mereka mengalahkan duet bersaudara Christo Popov/Toma Junior Popov dengan skor 21-18, 19-21, 21-11.
Namun, kemenangan tersebut tak mengubah keadaan.
Indonesia tetap kalah 1-4 dari Prancis dan harus menerima kenyataan pahit tersingkir di fase grup, hasil terburuk sepanjang sejarah keikutsertaan di Thomas Cup.(*/hel)
Komentar