Penyesuaian jumlah ofisial itu menjadi bagian dari ketentuan yang diterapkan untuk penyelenggaraan Piala Dunia di Jakarta. Adapun keterangan mengenai perubahan aturan setelah sekitar 60 tahun penyelenggaraan perlu dikonfirmasi lebih lanjut berdasarkan dokumen resmi ISTAF.
PB PSTI Dorong Persiapan dan Koordinasi Lintas Lembaga
Ketua Umum PB PSTI, Haji Suranto, menjadi salah satu pihak utama dalam persiapan Indonesia sebagai tuan rumah. Penyelenggaraan kejuaraan dunia ini membutuhkan koordinasi antara PB PSTI, ISTAF, pemerintah, serta lembaga olahraga nasional agar seluruh kebutuhan persiapan dapat dibahas secara terencana.
“PB PSTI akan mempersiapkan penyelenggaraan kejuaraan ini melalui koordinasi dengan ISTAF, pemerintah, dan seluruh pihak terkait. Kami berharap dukungan bersama dapat membantu mematangkan persiapan kejuaraan sekaligus meningkatkan kesiapan atlet Indonesia untuk bersaing di tingkat internasional.” Jelas Haji Suranto.
" Dengan penyerahan hak tuan rumah ini, bisa menjadi kesempatan bagi kita Indonesia untuk memperkuat posisi sepak takraw nasional dalam kompetisi internasional sekaligus menunjukkan kesiapan menjadi penyelenggara ajang olahraga dunia, Tegasnya.
Dalam keterangannya haji suranto menambahkan bahwa Keberhasilan penyelenggaraan nantinya akan bergantung pada persiapan teknis, dukungan para pemangku kepentingan, kesiapan atlet, dan koordinasi yang efektif antara seluruh pihak terkait.
Dengan persiapan yang matang, ISTAF Sepaktakraw World Cup di Jakarta diharapkan menjadi ajang kompetisi yang mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai negara sekaligus mendorong perkembangan sepak takraw Indonesia.
*(Penulis; Rendy)
Komentar