Seputar Publik / Berita

Silaturahmi Akbar Majelis Kaum Betawi 2026 Teguhkan Persatuan dan Identitas Budaya Betawi di Jakarta

Tokoh adat, ulama, dan Pemprov DKI Jakarta komit memperkuat peran Majelis Kaum Betawi sebagai lembaga adat resmi penjaga marwah dan masa depan Betawi.
Silaturahmi Akbar Majelis Kaum Betawi 2026 di Jakarta menjadi momentum penguatan persatuan dan komitmen bersama menjaga identitas budaya Betawi sebagai fondasi masa depan Ibu Kota. Minggu, (15/2/2026). Silaturahmi Akbar Majelis Kaum Betawi 2026 di Jakarta menjadi momentum penguatan persatuan dan komitmen bersama menjaga identitas budaya Betawi sebagai fondasi masa depan Ibu Kota. Minggu, (15/2/2026).

Gagasan pembentukan MKB dirintis sejak 2022 melalui pertemuan lintas organisasi, ulama, dan cendekiawan Betawi. Kesepakatan tersebut kemudian diformalkan melalui deklarasi pada 22 Desember 2022 di Balai Kota Jakarta.

Pra-Kongres Kaum Betawi digelar pada 9 Juni 2023, dilanjutkan Kongres Kaum Betawi pada 10 Juni 2023 di Ancol yang secara bulat menetapkan MKB sebagai satu-satunya lembaga adat resmi masyarakat Betawi.

> “MKB bukan sekadar simbol adat, tetapi penjaga identitas, pemersatu umat, dan penggerak kemajuan kaum Betawi di tanahnya sendiri,” tegas H. Oding.

Tausiyah Ramadan dan Etika Sosial

Ulama Betawi, KH. Muhyidin Ishaq, dalam tausiyahnya mengingatkan pentingnya menjaga lisan dan perilaku, terutama di era digital. Ia menegaskan bahwa menyebarkan informasi tanpa verifikasi merupakan tindakan yang harus dihindari.

Ia juga mengingatkan agar tradisi buka puasa bersama tidak menjadi ruang ghibah. Ramadan, menurutnya, adalah momentum memperbaiki akhlak dan memperkuat interaksi dengan Alquran.

Persatuan sebagai Kekuatan

Ketua Dewan Adat MKB, Fauzi Bowo atau Bang Foke, menegaskan bahwa persatuan adalah kekuatan utama masyarakat Betawi dalam menjaga marwah dan identitas.

Tulis Komentar

Komentar