“Di tempat kerja, kita sering bertemu dalam hubungan profesional. Ada atasan, ada bawahan, ada target dan tanggung jawab. Tetapi ketika berada di Tanah Suci, semuanya memiliki posisi yang sama sebagai seorang hamba yang sedang beribadah. Dari situ bisa tumbuh rasa kebersamaan, saling menghargai, dan hubungan yang lebih dekat,” jelasnya.
Menurut Andian, program tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kebijakan masing-masing perusahaan, baik sebagai apresiasi karyawan berprestasi, penghargaan masa kerja, maupun perjalanan bersama pimpinan dan karyawan.
Makna Setelah Kembali dari Tanah Suci
Nilai sebuah program umrah bersama karyawan pada akhirnya tidak hanya diukur dari fasilitas perjalanan yang diberikan, tetapi juga dari pengalaman yang diperoleh peserta.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat mendorong rasa syukur, refleksi pribadi, mempererat hubungan antarkaryawan, serta menumbuhkan rasa dihargai sebagai bagian dari organisasi.
Dengan demikian, umrah bersama karyawan dapat menjadi salah satu alternatif program apresiasi perusahaan yang memadukan aspek penghargaan, kebersamaan, dan pengalaman spiritual.
Program tersebut tentu tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan perusahaan, kebutuhan karyawan, serta pengelolaan perjalanan dan pembinaan ibadah yang memadai.
Di tengah perkembangan konsep employee experience, bentuk apresiasi seperti ini menunjukkan bahwa penghargaan kepada karyawan tidak selalu harus berhenti pada nilai materi, tetapi juga dapat diwujudkan melalui pengalaman yang memiliki makna personal dan sosial.(/hel)*
Komentar