Seputar Publik Kota Bekasi - Viral di media sosial Puskesmas Rawa Tembaga memberikan obat kadaluarsa kepada pasien anak. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto langsung melakukan inspeksi mendadak ke Puskesmas tersebut. Dalam.sidaknya
Tri Adhianto menegaskan bahwa kelalaian petugas kesehatan Puskesmas Rawa Tembaga ini tidak dapat diterima. "Ini adalah masalah nyawa, dan kita tidak bisa membiarkannya terjadi lagi," tegasnya.
Kata Tri Adhianto, bahwa seharusnya sudah terbentuk Standar Operasional Prosedur (SOP) yang menjadi tanggung jawab pihak puskesmas kepada pasien.
Terkait alasan pemberian obat Kadaluarsa yang diungkap Kepala Puskesmas Rawa Tembaga, Sari Manurung menjelaskan, bahwa kesalahan terjadi karena bidan yang tidak memeriksa tanggal kadaluarsa obat. Wali Kota Bekasi meminta Kepala Puskesmas untuk mengevaluasi mekanisme penyaluran obat dan memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang.
Tri Adhianto juga mengambil langkah solusi untuk mekanisme terkait penyaluran obat tersebut. "Seharusnya kan ada penghapusan jika obat tersebut sudah kadaluarsa, gunakan sistem supaya lebih otomatis, ada datanya dan tidak lagi manual," katanya.
Dua pasien yang terkena dampak obat kadaluarsa tersebut saat ini sedang dirawat di RSUD CAM Kota Bekasi. Wali Kota Bekasi memastikan bahwa pasien tersebut akan menjadi tanggung jawab pemerintah sampai kesehatannya terjamin. Saat ini, pasien tersebut sudah mulai membaik dan diperkirakan akan sembuh dalam waktu 2-3 hari.
Wali Kota Bekasi juga meminta maaf penuh atas kejadian ini. Dirinya memastikan bahwa tindakan tegas akan diambil untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
“Saya minta maaf kepada masyarakat, secara khusus kepada keluarga korban. Ini akan jadi evaluasi bagi kami secara menyeluruh,” tutupnya
(*/AZ)
Komentar