Beranda
Seputar Publik / Berita

110 Hunian Tetap untuk Penyintas Bencana Sumatera Rampung Dibangun, Pembangunan Huntap Terus Dipercepat

Satgas PRR mencatat ratusan unit hunian tetap telah selesai dan ribuan lainnya dalam proses pembangunan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat
Satgas PRR mencatat pembangunan 110 unit hunian tetap bagi penyintas bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah rampung dibangun, sementara ribuan unit lainnya masih dalam proses pembangunan.( Dok. Satgas PRR/Kemenko Polkam). Satgas PRR mencatat pembangunan 110 unit hunian tetap bagi penyintas bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah rampung dibangun, sementara ribuan unit lainnya masih dalam proses pembangunan.( Dok. Satgas PRR/Kemenko Polkam).

Seputarpublik.com, SUMATERA — Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi penyintas bencana yang kehilangan rumah atau mengalami kerusakan berat akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Berdasarkan laporan harian Satgas PRR per 13 Maret, jumlah huntap yang telah rampung dibangun mencapai 110 unit dari total 36.669 unit yang ditargetkan akan dibangun. Sementara itu, sebanyak 1.359 unit lainnya masih dalam proses pembangunan.

Jumlah tersebut meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat 56 unit huntap telah selesai dibangun.

Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan pembangunan huntap terbanyak. Hingga kini, 104 unit huntap telah selesai dibangun dari total target 27.104 unit, dengan 388 unit lainnya masih dalam proses pembangunan.

Sementara itu di Sumatera Utara, terdapat 524 unit huntap yang sedang dalam proses pembangunan dari total target 5.815 unit.

Adapun di Sumatera Barat, 6 unit huntap telah selesai dibangun dari target 3.750 unit, dengan 447 unit lainnya saat ini masih dalam tahap pembangunan.

Kolaborasi Lintas Sektor

Pembangunan hunian tetap tersebut merupakan hasil gotong royong lintas sektor antara pemerintah dan berbagai lembaga nonpemerintah. Sejumlah pihak yang terlibat di antaranya Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Selain itu, dukungan juga datang dari Danantara, Yayasan Buddha Tzu Chi, Badan Amil Zakat Nasional, Kamar Dagang dan Industri Indonesia, pemerintah daerah, serta bantuan dari masyarakat dan individu.

Bantuan Dana Tunggu Hunian

Selain mempercepat pembangunan huntap untuk mengurangi jumlah pengungsi yang masih tinggal di tenda, Satgas PRR juga menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi penyintas bencana yang memilih tidak tinggal di hunian sementara (huntara).

Besaran bantuan DTH yang diberikan adalah Rp600.000 per bulan selama tiga bulan, sehingga setiap kepala keluarga menerima total bantuan sebesar Rp1,8 juta.

Hingga saat ini, seluruh rekening penerima telah menerima transfer dana dengan tingkat penyaluran mencapai 100 persen kepada 13.728 penerima di tiga provinsi.

Rinciannya terdiri dari 7.807 penerima di Aceh, 4.162 penerima di Sumatera Utara, dan 1.759 penerima di Sumatera Barat.

Target Rampung Akhir Maret 2026

Sebelumnya, saat meninjau pembangunan huntap di Aceh Utara, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago memastikan pembangunan hunian tetap bagi penyintas bencana Sumatera berjalan lancar.

Ia menyebutkan bahwa pembangunan huntap yang dikoordinasikan oleh Kemenko Polkam di Aceh ditargetkan dapat rampung pada akhir Maret 2026.

“Alhamdulillah, saya memantau langsung proses pembangunan huntap ini berjalan lancar, mulai dari bongkar material di Pelabuhan Belawan hingga tiba di Kuala Cangkoy dan dikerjakan dengan aman. Saya optimistis seluruh target dapat diselesaikan akhir Maret 2026,” ujarnya.

Sebagai catatan, hunian tetap bagi penyintas bencana ini dibangun dengan dinding dan atap berbahan baja galvanis yang tahan karat serta tahan gempa.

Selain itu, huntap menggunakan sistem knock down atau rumah bangun cepat sehingga proses konstruksi lebih efisien. Setiap unit hunian juga dilengkapi dengan dua kasur, meja makan, kursi, televisi, serta kamar mandi dengan fasilitas lengkap.(red)*