Dalam kuliah umum bertajuk “Intelligence: Natural and Artificial”, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Stella Christie, memaparkan pandangan strategis mengenai peluang negara berkembang untuk bertransformasi dari konsumen teknologi menjadi pihak yang lebih aktif dalam tata kelola dan riset AI global.
Kegiatan paralel lainnya mencakup Consultative Dialogue on Youth, yang mempertemukan inovator muda dan perintis industri. Forum tersebut mengangkat pentingnya kerangka pendidikan yang memadukan keterampilan teknis dengan kepemimpinan etis dan pendekatan yang berpusat pada manusia.
Sementara itu, pada 4–6 September 2026, World Encounter Summit Bali: XI International Scholas Chairs Congress menghimpun delegasi dari lebih dari 140 universitas di 70 negara dengan tema “Artificial Intelligence and Human Meaning”.
Forum tersebut menempatkan peran generasi muda dan kearifan lokal sebagai bagian penting dalam pembahasan mengenai etika teknologi dan masa depan AI. Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah tokoh, termasuk Luhut B. Pandjaitan.
Kedamaian sebagai Praktik Kehidupan

Komentar