Seputar Publik / Opini

Dedak Padi, Emas Coklat yang Kita Buang Setiap Hari: Sebuah Dosa Besar terhadap Masa Depan Bangsa

Oleh: Agus Pakpahan

Mari kita hitung, dengan data yang nyata:

· Indonesia menghasilkan 55 juta ton gabah setiap tahun.

· Dari situ, kami mendapatkan 11 juta ton dedak padi.

· Karena kita tergila-gila pada beras putih, kami menjual dedak padi ini sebagai pakan ternak dengan harga hanya Rp 2.500/kg. Total nilai: Rp 27,5 Triliun.

Itu sudah rugi besar. Tapi itu bukan apa-apa.

Jika kita mau sedikit lebih cerdas, jika kita mau belajar dari Eijkman dan leluhur, nilai itu bisa berlipat ganda:

· Jika dedak padi ini kita stabilkan dan jadikan tepung untuk fortifikasi pangan, nilainya bisa mencapai Rp 200 Triliun.

Tulis Komentar

Komentar