Seputar Publik / Internasional

Delegasi JMSI Ziarahi Makam Ayah Laksamana Cheng Ho di Yunnan, Teguh Santosa: Simbol Persahabatan Indonesia–Tiongkok dan Jembatan Kebudayaan

Kunjungan Delegasi JMSI ke Makam Ma Hazhi di Kunming menegaskan pentingnya memperkuat hubungan budaya, diplomasi, dan kerja sama media Indonesia–Tiongkok di era digital melalui semangat warisan Laksamana Cheng Ho.
Ketua Umum JMSI Teguh Santosa bersama delegasi JMSI berziarah ke Makam Ma Hazhi, ayah Laksamana Cheng Ho, di Bukit Yueshan, Kunming, Provinsi Yunnan, Tiongkok, sebagai simbol penguatan persahabatan, diplomasi budaya, dan kolaborasi media Indonesia–Tiongkok. Ketua Umum JMSI Teguh Santosa bersama delegasi JMSI berziarah ke Makam Ma Hazhi, ayah Laksamana Cheng Ho, di Bukit Yueshan, Kunming, Provinsi Yunnan, Tiongkok, sebagai simbol penguatan persahabatan, diplomasi budaya, dan kolaborasi media Indonesia–Tiongkok.

Laksamana Cheng Ho lahir dengan nama Ma He. Ia memulai pengabdiannya di lingkungan Istana Dinasti Ming sejak usia muda dan kemudian dipercaya memimpin armada pelayaran oleh Kaisar Yongle. Dalam perjalanan kariernya, Ma He memperoleh nama keluarga Zheng, sehingga dikenal dunia sebagai Zheng He atau Cheng Ho.

Ma Hazhi, yang dimakamkan di Bukit Yueshan, disebut sebagai ayah Cheng Ho. Di area makam terdapat prasasti yang menjelaskan bahwa Cheng Ho pernah berziarah ke makam ayahnya ketika menjabat sebagai petinggi militer di Beijing.

Kawasan Bukit Yueshan juga dipercaya sebagai tanah kelahiran Cheng Ho. Di lokasi tersebut berdiri patung Cheng Ho setinggi sekitar 5,5 meter yang menghadap ke Danau Dian Chi, danau terbesar di Provinsi Yunnan.

Sebagaimana ayahnya, Cheng Ho merupakan seorang Muslim dan keturunan keenam dari Saidianchi, mufti Yunnan pada masanya. Selain dikenal sebagai pelaut dan diplomat, Cheng Ho juga tercatat menyebarkan nilai-nilai perdamaian dan mempererat hubungan antarmasyarakat di berbagai wilayah yang disinggahinya. Di Indonesia, namanya diabadikan menjadi nama beberapa masjid, di antaranya di Palembang dan Batam, sementara jejak sejarahnya di Semarang dikenal melalui kawasan Sam Poo Kong.

Teguh Santosa: Cheng Ho Simbol Persahabatan dan Diplomasi Budaya

Ketua Umum JMSI Teguh Santosa mengatakan, sosok Cheng Ho memiliki makna yang sangat penting bagi hubungan Indonesia dan Tiongkok.

Tulis Komentar

Komentar