Seputar Publik / Berita

Didukung PalmCo, Sentra Pandai Besi Kampar Melesat: Produksi Naik 10 Kali Lipat, Ekonomi Desa Bangkit

Program TJSL PTPN IV PalmCo dorong transformasi industri tradisional di Desa Teratak, dari produksi terbatas menjadi sentra modern berkapasitas puluhan ribu unit per bulan sekaligus membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sentra pandai besi di Desa Teratak, Kampar, Riau, mencatat lonjakan produksi hingga 10 kali lipat berkat dukungan program TJSL PTPN IV PalmCo, sekaligus mendorong peningkatan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja desa. Sentra pandai besi di Desa Teratak, Kampar, Riau, mencatat lonjakan produksi hingga 10 kali lipat berkat dukungan program TJSL PTPN IV PalmCo, sekaligus mendorong peningkatan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja desa.

Selain menjadi offtaker, perusahaan juga memberikan dukungan permodalan melalui program kemitraan senilai Rp800 juta. Dana tersebut dimanfaatkan untuk mengintegrasikan bengkel-bengkel kecil menjadi satu sentra produksi yang lebih terorganisasi dan efisien.

Perubahan tidak hanya terjadi pada skala usaha, tetapi juga pada sistem produksi. Teknologi modern mulai menggantikan metode konvensional, memungkinkan peningkatan output serta kualitas produk. Saat ini, sentra tersebut telah dilengkapi dengan berbagai mesin modern, termasuk empat unit air hammer.

Dampak dari peningkatan kapasitas produksi ini dirasakan secara luas oleh masyarakat. Jumlah tenaga kerja yang sebelumnya hanya belasan orang kini meningkat menjadi 23 pekerja, dan ditargetkan terus bertambah hingga 50 orang. Selain itu, sekitar 100 pemuda desa juga dilibatkan sebagai mitra pemasaran.

Peningkatan aktivitas ekonomi desa turut mendorong kenaikan pendapatan masyarakat. Rata-rata pekerja kini memperoleh penghasilan sekitar Rp7 juta per bulan, dengan potensi peningkatan hingga Rp10 juta sampai Rp15 juta seiring peningkatan efisiensi produksi.

Tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, geliat usaha ini juga memperkuat kohesi sosial masyarakat. Sebagian keuntungan usaha dialokasikan untuk kegiatan sosial desa, sehingga memperkuat solidaritas dan kebersamaan warga.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa program TJSL dirancang untuk menciptakan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.

“Kami mendorong terciptanya ekosistem ekonomi yang mandiri, membuka lapangan kerja, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Menurutnya, kemitraan dengan kelompok usaha pandai besi di Kampar juga menjadi bagian dari upaya memperkuat rantai pasok industri perkebunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Kini, Desa Teratak menunjukkan wajah baru. Dari bengkel sederhana, lahir bukan hanya alat-alat perkebunan, tetapi juga harapan akan masa depan yang lebih baik. Denting besi yang dahulu sekadar rutinitas, kini menjelma menjadi simbol kebangkitan ekonomi desa.(red)*

Tulis Komentar

Komentar